Pencitraan

Memang sudah zamannya ya sekarang ini sebelum kita memulai sesuatu bukannya membaca bismillah malah take photo. Kita kebanyakan demennya pencitraan. Pencitraan yang hakiki, mau makan foto dulu makanannya, mau kegiatan sosial foto lagi, begitu seterusnya. Memang semua kembali sih ke niat masing-masing, kalo memang bukan niatnya pencitraan sih gajadi soal hehe. Pencitraan ini memang bikin semuanya jadi kacau. Yang tulus kadang dianggap modus, yang modus malah dianggep tulus.

Tulus tersenyum kepada orang nda dikenal malah dikira tukang gendam (hipnotis) haha. Repot kan haha. Tapi namanya kalo memang niatnya baik insyaallah ga peduli sih ama pandangan orang. Orang lain kan menilai sesuai perspektif mereka masing-masing. Tapi niat hati kita kan gada yang tahu. Ikhlas berbuat dan beramal rasanya bakal semakin berat dengan zamannya yang serba canggih ini. Godaan buat posting2 itu pasti ada, walaupun memang ga semua posting2 itu riya’ atau ujub sih.

Kalo memang ikhlas sih rasanya ga masalah, atau memang niatnya mengajak kepada kebaikan hehe, mgkin malah ajibbb. Niat kembali ke diri kita masing-masing ya. Jangan menilai niat di hati seseorang, rasanya itu ga masuk tupoksi kita hahaha. Ikhlas dan tidaknya seseorang, tulus atau hanya modus itu hanya Allah yang tahu. Kita semua cukup mengapresiasi dan membantu mendoakan segala kebaikan yang orang lakukan.

Advertisements

Latsar di BPSDM Kaltim 2019

Latsar wajib lho hukumnya bagi seorang calon PNS (CPNS). Ngomong-ngomong di latsar ini kita diajari baris berbaris sama Pak TNI yang pura-puranya bentak-bentak kita. Kita disuruh berdisiplin ria ala ala Tentara gitu deh. Mau shalat 5 waktu di masjid kudu baris. Mau makan di dapur umum jg baris rapi kayak induk bebek dan anaknya. Memang bener sih ngeselin haha. Cuma ya ada baiknya kita jadi lebih terbiasa rapi. Kamar2 pun dicek oleh Pak TNI kalo kalo ada yg berantakan pasti dihukum deh.

Nah di latsar ini kita bakal belajar sama para WidyaIswara. Memang sih pelajarannya lebih banyak mainan dan berlatih percaya diri serta bersosialisasi. Mungkin hanya satu dua WI yang pelajarannya benar benar serius nan membosankan heheh. Kita diajarkan seputar materi anti korupsi, akuntabilitas, nasionalisme dan lain2 biasanya disingkat ANEKA gitu deh.

Gitu aja ya dlu$

Negeri Antah-Berantah

Oleh: Aditya

Negeri kaya itu berjalan tergopoh
Utang sana sini jadi tumpuan
Rakyatnya bukan bodoh
Namun negeri itu rusak tak karuan

Oh ini rupanya
Saat elit tak malu berbuat nista
Saat wakil rakyat justru menzalimi rakyat

Kongkalikong terjadi di lorong-lorong gelap
mereka takut bisik-bisik mereka disadap
Operasi tangkap tangan bukan obat
Justru mereka semakin pandai berbuat

Mafia pangan inginkan impor
Mereka tak peduli petani tekor
Petani rugi mereka untung
Petani menjerit hak mereka terpasung

Di layar kaca berompi jingga
Mereka malah tersenyum bangga
Penjara bukan lagi pen-jera
penjara disulap bak kamar hotel bintang lima

Sungguh benar Bung Karno
Perjuangan melawan bangsa sendiri
Jauh lebih berat dari mengusir penjajah

Warna kulit yang sama
Tak berarti sama rasa
Saat sifat rakus egois melanda negeri
Kapankah negeri kaya itu berdikari
Berdiri di atas kaki sendiri

Mudah-mudahan Tuhan titipkan
Sosok penguasa penuh iman
Kedaulatan rakyat ia perjuangkan
Asing tak lagi dia biarkan
Teguh pendirian
Kebenaran dia tegakkan
Semoga lekas muncul ke permukaan

E-Book Islam Terjemahan Kaunee

e-Book berikut ini terpublikasikan atas kerjasama dengan portal Islam kaunee. Semoga bermanfaat.

001 – Akhlak Yang Harus Dimiliki Seorang Mukminkarya: Mahmud M. al-Hazandar
002 – Apa yang Bermanfaat untuk Orangtua Setelah Wafat, karya: Mustafa al-Adawi
003 – Membeli Surga, karya: Dr. Raghib as-Sirjani
004 – Sabar dan Santun, Akhlaq Luhur Seorang Mukmin, karya: Amru Khalid
005 – 188 Ramalah Rasulullah, karya: Syaikh Muhammad Waliyullah an-Nadwi
006 – Allah Sebaik-baiknya Penjaga, karya: Khalid Abu Shalih
007 – Bentengi Diri dari Jin dan Setan, karya: Ahmad al-Hamdan
008 – Keajaiban Surga, karya: Syaikh Shalih al-Munajjid
009 – Keajaiban Surga, karya: Umar Tilmisani
010 – Riwayat Shalahuddin al-Ayyubi, karya: Ibnu Atsir
011 – Kesalahan dlm Mengoreksi Kesalahan, karya: Adil Fathi Abdullah
012 – Keutamaan Zikir dan Do’a, karya: Amru Khalid
013 – Menghapus Dosa dengan Zikir, karya: Amru Khalid
014 – Fatwa Nabi Seputar Shalat, karya: Ibnul Qayyim al-Jauziyyah
015 – Gejolak Pemikiran Syaikh al-Ghazali, karya: Dr. Muhammad Imarah
016 – Hadits Penuntun Ahlak, Perilaku, dan Keluarga, karya: Dr. Raja Thaha Ahmad
017 – Demi Kebangkitan Islam, karya: Syaikh Yusuf Qardhawi
018 – Bimbingan Rumah Bahagia, karya: Muhammad Hamash
019 – Seni Menanamkan Nilai Kebajikan pada Anak
020 – Air Mata Penyesalan, karya: Abdul Muthallib Utsman
021 – 30 Manfaat Pernikahan, karya: Muhammad Dardiri
022 – Bebas Lupa dan Lemah Ingatan, karya: Yusuf Uqsari
023 – Kiat Cepat Hafal Qur’an, karya: Dr. Abdurrab Nuwabuddin
024 – Manhaj Tafsir al-Banna, karya: Imad Mahmud
025 – Perumpamaan di dalam al-Qur’an, karya: Syaikh Mutawalli Sya’rawi
026 – Petunjuk Ilmiah Qur’an dan Sunnah, karya: Dr. Abdul Basith Jamal
027 – Muhammad, Sosok Nabi Penuh Cinta, karya: Muhammad Majidi Marjan
028 – Seolah Kau Melihat Muhammad SAW, karya: Dr. ‘Aidh al-Qarni
029 – Kisah Heroik 65 Orang Shahabat Nabi, karya: Dr. Abdurrahman Ra’fat Basya
030 – Agar Tuhanmu menjadi Ridha, karya: Dr. Syaimaa Hasan
031 – Meraih Ketentraman Hati, karya: Dr. ‘Aidh al-Qarni
032 – Serial Amalan Hati 01 – IKHLASH, karya: Syaikh Shalih al-Munajjid
033 – Taubat Sebuah Refleksi Keimanan, karya: Syaikh Mutawalli Sya’rawi
034 – Pesan-pesan Langit untuk Wanita, karya: Muhammad ash-Shayyim
035 – Wanita-wanita Penghuni Surga dan Neraka, karya: Muhammad Ali Quthub
036 – Pintu-pintu Rezeki, karya: Shalahuddin as-Sa’di

Teladan Bung Hatta di Mata Ketiga Putrinya

Berbicara mengenai sosok pahlawan nasional yang satu ini seolah tak pernah ada habisnya. Sosoknya sebagai pendamping Presiden Soekarno saat membacakan teks proklamasi menjadi pertanda betapa pentingnya posisinya bagi negeri ini. Beliau adalah Mohammad Hatta atau yang lebih dikenal dengan panggilan Bung Hatta. Untuk mengenang sosoknya yang penuh keteladanan, ketiga putrinya menuliskan buku tentang beliau.

Melalui buku ini bukan hanya keteladanan bung Hatta yang dapat kita resapi, namun istri sang proklamator ini juga dituliskan. Langsung saja kita merenungi apa saja sikap teladan dari Bung Hatta dan istrinya yang berguna bagi kita untuk diteladani.
Berikut poin-poinnya:

1.  Sewaktu kecil anaknya yang diajak ikut serta berkeliling kota dengan menaiki delman mendapat lambaian tangan dari masyarakat. Istri bung Hatta mengajari anaknya agar membalas lambaian tangan rakyat agar mereka senang dan merasa dihormati.
2. Istri Bung Hatta juga sering mengajak anaknya sedari kecil untuk hadir di kegiatan sosial, tak lain tujuannya agar putrinya tidak asing dengan hidup bersosialisasi bermasyarakat.
3. Hatta mengajarkan ketiga putrinya agar selalu hidup sederhana dan tidak neko-neko jika kelak menjadi pejabat rakyat seperti dirinya, dengan hidup sederhana masalah-masalah yang kerap menjerat pejabat seperti korupsi dapat teratasi.
4. Hatta dan istrinya jika berkunjung ke luar kota jarang membawa anaknya ke pusat perbelanjaan. Mereka lebih memilih mengedukasi anaknya dengan mengunjungi tempat bersejarah atau museum di kota tersebut.
5. Saat Meutia anak pertamanya belajar menggambar dan menunjukkan hasil gambarannya kepada Hatta, Hatta tersenyum dan memuji bakat anaknya agar anaknya terus berkreasi.
6. Sewaktu berada di luar negeri bersama Meutia, tepatnya di Hawai. Anak pertamanya, Meutia yang baru belajar memasakkan sang ayah makanan kesukaannya. Setelah memakan makanannya, Bung Hatta memuji bahwa Meutia sudah pintar masak dan enak sekali rasa masakannya. Beliau juga berkata seorang ayah pasti lah suka masakan anaknya sendiri.
7.  Bung Hatta menurut penuturan anaknya tidak pernah menawar jika membeli di pedagang kecil. Beliau merasa kasihan dan berargumen mengapa jika kita membeli di pusat perbelanjaan kita tak pernah menawar dan rela dengan harga pas, tapi dengan pedagang kecil kita rela menawar harga mati-matian. Padahal menurut beliau margin keuntungan pedagang kecil sangat minim, tidak ada apa-apanya dengan pedagang besar.
8. Suatu ketika adik Bung Hatta berkeluh kesah kepada beliau perihal lamanya antrian pemasangan jaringan teleponnya di rumahnya. Kemudian sang adik meminta beliau mengirim memo atas namanya sebagai pejabat negara agar pemasangan telepon di rumahnya didahulukan. Tapi dengan sikapnya yang tegas Hatta menolak karena hal itu dianggapnya sudah menyalahi aturan dan merugikan orang lain.
9. Istri Bung Hatta, Bu Rahmi berpesan kepada ketiga putrinya bahwa dirinya dan suami hanya memiliki modal nama besar keluarga (sebagai keluarga mantan wakil presiden dan proklamator). Sehingga menurutnya hal tersebut harus selalu dijaga dan jauhi sikap bermewah-mewahan.
10. Hatta membaca banyak sekali buku bacaan, tapi beliau sangat kritis dan tidak mudah silau dengan argumen penulis buku yang beliau baca. Beliau memikiran dulu dengan cermat apakah gagasan yang dibawa penulis dapat diterapkan di negeri ini. Beliau tegas menolak ideologi Kapitalisme dan Komunisme karena tidak sesuai untuk negeri yang dicintainya ini.
11. Hatta dan mertuanya hanya bertaut usia sembilan hari, karena memang istrinya jauh lebih muda dari dirinya. Walaupun sang mertua hanya lebih tua sembilan hari dari beliau, beliau dengan rendah hati selalu membukakan pintu mobil saat mertuanya datang berkunjung.
12. Hatta saat memberikan gajinya kepada sang istri selalu menyertainya dengan kalimat manis seperti “Ini uang pensiun Kak Hatta, tolong Yuke cukupkan”. Begitu pula istrinya tak lupa selalu berterima kasih walaupun itu sudah hal biasa. (Yuke disini adalah panggilan Hatta kepada Istrinya, Bu Rahmi)
13. Setiap akhir pekan Hatta selalu mengumpulkan anaknya dan menceritakan ulang novel atau buku yang dibacanya kepada ketiga putrinya serta tak lupa menyelipkan pesan yang terkandung di dalam buku tersebut.
14. Bung Hatta dikenal sangat disiplin dalam waktunya, semua begitu terorganisir, jadwal harian beliau selalu sama. Bahkan, waktu bercukur beliau pun selalu jam 6.15 pagi.
15. Bung Hatta meminta agar kelak ketika dia sudah tiada, jasadnya dapat dikebumikan di pekuburan biasa bukan di makam pahlawan. Beliau beralasan agar dirinya dapat terus bersama rakyat bahkan hingga di liang lahat.
16. Pesan pamungkas Bung Hatta: “Hidup jangan hanya mencari uang, perjuangkanlah nasib orang lain. Itu lebih mulia!”.

Berita Penting Majalah The Economist edisi 13 Januari 2018

POLITIK

  • Pengadilan Hak Asasi Manusia Inter-Amerika memutuskan bahwa penandatangan Konvensi Amerika tentang Hak Asasi Manusia harus mengakui perkawinan sesama jenis. Bolivia, Kuba, Honduras dan Peru termasuk di antara negara-negara penanda tangan yang tidak menerima perkawinan gay maupun serikat pekerja sipil.
  • Lebih dari 200 orang ditangkap dan puluhan lainnya cedera dalam bentrokan antara polisi dan pemrotes di Tunisia, setelah orang-orang turun ke jalan melawan langkah-langkah pengetatan (austerity) pemerintah. Protes juga meletus di Sudan, di mana pemotongan subsidi pemerintah telah menyebabkan dua kali lipat harga roti.
  • Prajurit di Pantai Gading mengangkat senjata dan membakar bagian-bagian pangkalan militer, melanjutkan serangkaian pemberontakan atas gaji mereka yang telah mengguncang negara itu sejak tahun lalu.
  • Mata uang Afrika Selatan melonjak setelah munculnya kabar bahwa Jacob Zuma telah mengundurkan diri sebagai presiden negara tersebut menjelang akhir masa jabatan keduanya di tahun 2019. Meskipun banyak anggota Kongres Nasional Afrika ingin dia mengundurkan diri untuk memberi jalan bagi Cyril Ramaphosa, pemimpin baru partai tersebut, laporan itu ternyata palsu.

 

  • Pemerintah Israel melarang para pemimpin 20 organisasi yang mendukung boikot terhadap Israel memasuki negara tersebut. Daftar tersebut mencakup sebuah kelompok Yahudi Amerika.
  • Dalam pembicaraan pertama antara kedua Korea selama hampir dua tahun, Korea Utara setuju untuk mengirim sebuah tim ke Olimpiade Musim Dingin di Selatan bulan depan. Pasangan (dua Korea) tersebut juga menyetujui lebih banyak pembicaraan untuk meredakan ketegangan, namun Korea Utara menolak untuk membahas pembatasan program nuklirnya.
  • Amerika memotong bantuan militer ke Pakistan, dengan alasan bahwa tindakan tersebut tidak cukup dilakukan untuk mencegah militan yang berada di negara tersebut dari serangan yang meningkat di negara tetangga Afghanistan.
  • Pengadilan tertinggi India memulai peninjauan kembali bagian dari hukum pidana yang mengkriminalisasi seks gay.

 

  • Sebuah kapal tanker minyak Iran menabrak sebuah kapal kargo di Laut Cina Timur. Ada kekhawatiran bagi awak kapal setelah kapal tersebut terbakar. Cuaca buruk menghambat usaha untuk mengendalikan api, menimbulkan kekhawatiran akan bencana lingkungan.

Pengelolaan Banjir

PROKAL.CO, CATATAN: ADITYA ARGA YUSANDINATA
MUSIM hujan kembali tiba dan menimbulkan was-was bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai atau kawasan yang berlahan rendah. Mereka khawatir akan potensi banjir yang sewaktu-waktu dapat merendam tempat tinggal mereka. Banjir sebenarnya merupakan masalah klasik yang selalu menjadi perhatian para gubernur, bupati, Dinas Pekerjaan Umum. Namun, mengapa banjir ini selalu terulang, seakan menjadi tamu wajib ketika musim hujan tiba.
Secara umum, banjir saat ini dapat digolongkan sebagai efek ulah manusia. Konversi lahan terbuka hijau menjadi kawasan pemukiman menyebabkan air hujan tidak bisa terserap ke dalam tanah, sehingga air langsung melimpas ke sistem drainase dan sungai. Kapasitas sungai yang berkurang karena pendangkalan oleh proses sedimentasi, akhirnya sungai meluap.

Continue reading